Membuang binatang yang menjalang di bidang yang hanya bisa kau rasakan
menutup ruang membuka jurang aku dan kau larut bayang
Aku sayang sungguh sayang
malang gamang aku salah menerang
meradang tegang engkau pulang
Senin, 31 Mei 2010
Sabtu, 20 Februari 2010
MENYALAH SUDAH
menyalah sudah..
aku lupa tak menyadari.
menatap tanpa posisi
dipandang tanpa tanda
selang perasaan bersalah
tingkah menyalah sudah
huh,,,
siapa dirimu dalam terka
siapa aku tanpa tanda tanya.
seperti kumbang mengencingi kelopak
sari terkuras angan terlepas
kuncup adalah kegelisahan yang bertahan lama
mati..
kuracuni kau dalam rengkuh
aku tertikam manja
dan aku kembali lupa
ini bukan yang biasa.
Sudah menyalah..
dan pada sebuah permintaan
dengan timbunan rasa bersalah
akukah,
atau tidak sama sekali
tanpa berbelah hati
aku lupa tak menyadari.
menatap tanpa posisi
dipandang tanpa tanda
selang perasaan bersalah
tingkah menyalah sudah
huh,,,
siapa dirimu dalam terka
siapa aku tanpa tanda tanya.
seperti kumbang mengencingi kelopak
sari terkuras angan terlepas
kuncup adalah kegelisahan yang bertahan lama
mati..
kuracuni kau dalam rengkuh
aku tertikam manja
dan aku kembali lupa
ini bukan yang biasa.
Sudah menyalah..
dan pada sebuah permintaan
dengan timbunan rasa bersalah
akukah,
atau tidak sama sekali
tanpa berbelah hati
Sabtu, 13 Februari 2010
LETIH
Sekarang saatnya berhenti mengapung
dan mulai mendayung
aku letih mencintai jiwa yang menutupi dunianya dengan kenangan
dan mulai mendayung
aku letih mencintai jiwa yang menutupi dunianya dengan kenangan
Jumat, 01 Mei 2009
KOTA INI

kota ini sudah sempit
menjadikan semua tampak buram
langkah bergantung pada sentuhan lincah jemari
dan menepis jauh-jauh kata berbau letih
memang parah,
dari manusia jadi-jadian
samar terhadap tujuan hidup
memang payah,
dari menggolek segenggam butiran kacang hijau dengan sebatang lidi
ini pekerjaan gila
jauh dari kesanggupan
untuk badan yang rentan terusik alam
siapa tahu,
siapa yang tahu,
siapa mau tahu
kota ini adalah rimba
gila,
kegilaan,
tergila-gila
adalah rentetan pencapaian hasrat
hal yang rumit
terungkit tentang kota yang pelit
dan bicara berkenaan dengan duit
pada waktu yang sedikit
kota ini adalah pencipta kekufuran,
pada pandangan yang terbatas
pada keinginan yang mengangan
Duapuluh Tujuh
Engkau "Iman"ku yang kuperoleh dari seorang bocah yang belum bisa menyebutkan huruf "R" dan kadang terpaksa meminum susu asin kalengan juga selalu melarangmu memanggilku dengan kata "Bapak"
Langganan:
Postingan (Atom)